example banner
.

Suara Hati Petani Sulut Ditengah Pandemi Covid-19

Catatan Khusus Oleh : Herol V Kaawoan
Ketua Asosiasi Pedagang Antar Pulau Sulut.
Bendahara DPD Pemuda TANI Indonesia Sulut.

“Suara Petani”

Sulawesi utara memiliki beberapa wilayah penghasil hortikultura terbesar dan salah satunya merupakan dapur pangan kawasan Indonesia timur, seperti Modoinding dan Rurukan.


Hasil pertanian yang dikirim keluar Sulawesi Utara setiap bulannya khusus ke wilayah Provinsi Papua, Papua Barat, dan Maluku kurang lebih 500 ton via kapal pelni ( KM, Sinabung Labobar, Tatamailau dan Lambelu) dan tidak hanya hasil pertanian saja tapi juga ada hasil peternakan yang setiap bulannya juga aktif di export keluar sulut karena permintaan pangsa pasar.

Hal ini cukup memberi gambaran bahwa pertumbuhan ekonomi masyarakat sulut diatas rata-rata nasional (baik) seperti yang di sampai-sampaikan pemerintah, sehingga memberikan nilai tambah terhadap indeks pembangunan manusia (IPM) jika dilihat dari rata-rata pendapatan perkapita khususnya kebutuhan pokok dasar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa para petani baik petani pertanian dan peternakan memberikan peran besar terhadap stabilitas ekonomi sehingga layak menyebut mereka pahlawan pangan.

Bencana non alam yang sementara kita hadapi saat ini yang merupakan bencana nasional bahkan dunia, telah ditetapkan oleh WHO sebagai Pandemi (Virus Covid 19). Bencana ini menggerus gaya hidup dan perilaku masyarakat saat ini, segala upaya dalam memutus mata rantai covid 19 telah dilakukan oleh pemerintah dengan menetapkan beberapa regulasi, dengan menuntut masayarakat untuk tetap dirumah dan mengurangi aktifitas keluar rumah, sehingga masing-masing daerah membuat kebijakan pembatasan social , salah satunya provinsi papua, papua barat dan Maluku yang merupakan tujuan export komoditi dari Sulawesi utara.

Papua, Papua Barat, dan Maluku memiliki kurang lebih 16 pelabuhan yang merupakan tujuan kapal penumpang dan barang yang saat ini memberlakukan pembatasan social dengan menutup pelabuhan dan fasilitas umum lainnya. Hal ini memberikan dampak buruk bagi para petani pertanian maupun peternakan, dikarenakan hasil pertanian dan peternakan yang biasanya diexport keluar sulawesi utara menurun karena dampak kebijakan daerah tujuan. Kita tau saat ini adalalah bulan masa panen raya bagi petani (pengucapan syukur). Di wilayah modoinding hasil pertanian ada yang TIDAK di panen dan ada yang dipanen namun dibagi-bagikan ke masyarakat yang membutuhkan secara gratis, karena biaya operasional jika hasil pertanian di panen lebih besar dari pada keuntungan sehingga para petani memilih untuk tidak memanen. Ini merupakan keadaan yang sangat sulit bagi para petani yang hanya menggantungkan hidupnya dari hasil pertanian, otomatis membuat daya beli di masyarakat menurun sehingga roda perputaran perekonomian sejenak terhenti.

Harapan petani bergantung penuh pada kebijakan pemerintah untuk membuat keadaan normal seperti sediakala, apa itu? Hal inilah yang di tunggu-tunggu dan sangat diharapkan oleh para petani dan peternak. Memang seperti yang kita tahu pemerintah telah memberikan bantuan berupa sembako kepada masyarakat yang terdampak tanpa terkecuali, namun sebenarnya ada secuil harapan dari para petai “semoga pemerintah boleh mo bantu akang supaya ini hasil pertanian boleh mo bernilai uang” (suara hati petani).

Inilah alasan saya untuk memberikan tulisan ini sebagai informasi dan pesan kepada mereka yang punya tanggungjawab dan wewenang, sekaligus sebagai Ketua Asosiasi Pedagang Antar Pulau Sulut (APAP) sudah menjadi kewajiban saya untuk menyampaikan keadaan/kondisi sebenarnya yang terjadi dan yang dirasakan oleh para petani.

Saat sekarang alangkah baiknya jika pemerintah dapat membeli langsung hasil produk pertanian dan peternakan untuk dibagikan lagi kepada masyarakat sebagai bantuan social, jangan bantuan social hanya produk perusahaan/pabrik besar saja.

Tidak menutup kemungkinan pemerintah daerah dapat memfasilitasi dengan membeli kapal laut untuk menjawab harapan para petani, peternak, pedagang, shipper Sulawesi utara, seperti beberapa daerah lain provinsi papua dan aceh.

Dan semoga tulisan saya ini dapat mendorong para pemangku kepentingan untuk berinovasi dalam memberikan kebijakan untuk menjawab harapan masyarakat.

(donny)

About The Author

Reply

example banner
.