example banner
.

Study Course di 4 Negara Eropa, Bupati Tetty Paruntu Promosikan Potensi Minsel

AMURANG,pojoksulut.id— Selama mengikuti Studi Course International di Empat (4) negara Eropa yakni Belanda, Belgia, Prancis dan Jerman, 28 Agustus — 6 September 2018, Bupati Minahasa Selatan (Minsel) DR. Christiany Eugenia Paruntu SE, tak lupa mempromosikan potensi-potensi yang ada di Minsel.

Salah satunya, saat ia bersama 32 bupati terpilih anggota Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) bertemu Duta Besar RI untuk Belanda di kantor KBRI Amsterdam.

Dalam pertemuan itu, Duta Besar RI banyak memberikan informasi tentang peluang kerjasama perdagangan antara Indonesia dan Belanda terutama dalam ekspor kopi dan rempah-rempah.

“Pada kesempatan itu juga, saya langsung menyampaikan potensi-potensi pariwisata di Minsel yang dapat dikunjungi oleh wisatawan asal Belanda,”terang bupati yang akrab di sapa Tetty Paruntu ini.

Selama berada di Belanda, Bupati Tetty Paruntu bersama rombongan, mengikuti program Executive Course on Urban Management and Local Economic Development, Institute for Housing and Urban Development Studies (IHS).

Disini, para kepala daerah ini belajar dan menyerap best practise mengenai pengelolaan pemerintah, pelayanan umum, pengembangan perekonomian daerah dan pembentukan forum bisnis di daerah.

“Ini merupakan program studi dari APKASI, yang tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas aparatur dan kelembagaan pemerintah daerah,”terang Bupati Tetty Paruntu yang juga merupakan Bendahara Umum APKASI.

Rombongan APKASI juga berkunjung ke Vereniging van Nederlandse Gemeenten (VNG). VNG ini beranggotakan 380 municipalities, dan merupakan wadah pemerintah daerah di Belanda atau sama dengan APKASI di Indonesia. Disini, Bupati Tetty Paruntu menyerahkan buku-buku potensi investasi dan pariwisata di Kabupaten Minsel.

Selanjutnya, bupati Minsel dua periode ini bersama delegasi APKASI meninjau tempat pengelolaan sampah dan areal pertanian di Kota Koln, Jerman. Daerah ini merupakan daerah perbatasan antara Jerman dan Belanda.

Sementara saat berada di Belgia, rombongan APKASI bertemu dan diterima Duta Besar RI untuk negara Belgia.

Pada pertemuan tersebut, duta besar menjelaskan potensi negara Belgia yang walaupun penduduknya tidak besar, hanya sekitar 11 juta jiwa, namun sudah menghasilkan 11 Nobel tingkat dunia.

Kegiatan delegasi APKASI :

  1. Kunjungan kepada Duta Besar RI Belanda di Amsterdam.
  2. Kunjungan kepada Duta Besar RI Belgia
  3. Materi perkuliahan di kelas dari para pengajar di universitas Erasmus Huis
  4. Kunjungan ke Vereniging van Nederlandse Gemeenten (VNG)
  5. Kunjungan dan berdiskusi dengan organisasi Rikolto yang merupakan organisasi pemasaran hasil pertanian.
  6. Kunjungan ke tempat pengolahan sampah di Koln, Jerman
  7. Kunjungan ke kota pelabuhan Kop Van Zuid yang di desain baru karena hancur di bom Jerman.
  8. Kunjungan dan melihat pembangunan kota baru di Marnela Valle.

Materi yang diperoleh:

  1. Mendapatkan materi dan diskusi tentang permasalahan kapasitas untuk manajemen pembangunan perkotaan di Indonesia dan bagaimana untuk meningkatkan efektivitasnya.
  2. Mendapatkan materi dan diskusi tentang Local Economic Development, bagaimana para pelaku secara bersama sama mengatur/mengelola sumberdaya lokal dan sumberdaya lainnya untuk mendorong ekonomi lokal. Disampaikan oleh Dr. Jan Fransen, Deputy Director IHS.
  3. Mendapatkan materi dan berdiskusi tentang Urban and Regional Planning yang menggambarkan teori perencanaan zonasi telah bergeser ke teori perencanaan urban yang Mix Used dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) agar dalam pengelolaan kota menjadi lebih efisien, disampaikan oleh Dr. Alex Jachnow, Head of Urban Strategis & Planning thematic group.
  4. Mendapatkan materi dan berdiskusi tentang Cultural Heritage, Urban Regeneration and Local Economic Development, A Long Term Multi-Stakeholder Strategic Olanning Approach disampaikan oleh Mr. Joep Boute dari Rotterdam Municipality.
  5. Studi ekskursi dengan melihat kawasan Kop van Zuid, eksisting kota pelabuhan yang sempat rata di bom oleh Jerman kemudian dibuat perencanaan yang terintegrasi serta dibangun kembali secara bertahap, dengann manajemen yang melibatkan berbagai stakeholders.

(advetorial/hard)

About The Author

Reply

example banner
.