example banner
.

Sakit Hati, Keponakan Nekad Habisi Nyawa Pamannya Sendiri

TONDANO,pojoksulut.id – Yoppi Angkouw alias Opi (56) warga Kelurahan Wewelan Lingkungan II Kecamatan Tondano Barat, tewas ditangan FNS Alias Nando (23), yang tak lain adalah keponakannya sendiri.

Korban meregang nyawa karena dihujani 23 tusukan menggunakan badik di bagian belakang pergelangan tangan kanan, lengan kanan menembus bagian perut dan bagian rusuk, Kamis (20/6/2019) pekan lalu.

Dari konferenai pers yang dilakukan Polres Minahasa Senin (24/6/2019) terungkap bahwa, motif pembunuhan diduga akibat sakit hati, karena tersangka sering di hina oleh korban.

”Dari hasil penyidikan sementara, kejadian ini dikarenakan sakit hati karena korban menceritakan aib tersangka,”kata Kapolres Minahasa melalui Kabag Ops Kompol Yuriko Ferdinan.

Sebelum peristiwa naas ini terjadi, beber Ferdinan, tersangka sudah menaruh rasa sakit hati kepada korban yang sering menghitung-hitung tentang makan korban dan uang yang tersangka berikan kepada korban setiap minggunya.

Selanjutnya, Kamis 20 Juni 2019 sekitar pukul 17.00 wita setelah tersangka pulang dari tempat kerja, ia pergi ke kebun bersama temannya Stive Sakul (ST). Diperjalanan pulang, ST mengatakan kepada tersangka bahwa korban memberitahukan kepadanya jika uang yang sering tersangka berikan kepada korban disetiap minggunya untuk bantu-bantu uang makan di dapur tidaklah cukup sementara tersangka sering pilih-pilih makanan.

“Tersangka tersinggung setelah mendengar apa yang dikatakan ST. Saat sampai di Kelurahan Wewelen Lingkungan Dua, tersangka bersama ST pergi ke warung yang berada di depan tempat rumah duka (TKP), kemudian ST pulang dan meninggalkan tersangka yang saat itu membeli supermi di warung tersebut dan selanjutnya pergi memasak supermi di rumah duka itu,”terang Ferdinan.

Usai makan, lanjut Kabag Ops, tersangka FNS kembali ke warung dan menenggak minuman keras jenis Cap Tikus. Selanjutnya, sekitar pukul 19.00 Wita,  saksi ST datang di warung itu dan bertemu tersangka.

“Diwaktu yang sama, tersangka melihat korban Opi sedang duduk di acara duka. Korban memanggil tersangka ke dalam rumah selanjutnya dan menanyakan terkait kebenaran yang dikatakan tersangka kepada ST, namun saat Korban berdiri dari kursi, tersangka langsung mencabut badiknya dan langsung menikamkan ke arah bawah ketiak kiri sebanyak 2 kali tusukan dan pada saat itu korban berbalik dan menghadap tersangka sambil mundur kebelakang dan korban mencoba menangkis dengan menggunakan kedua tangannya,”beber Kabag Ops.

“Korban sempat melarikan diri namun terus dikejar tersangka yang secara membabi buta menikam korban dan membuat korban jatuh dan meninggal dunia. Setelah melakukan aksinya,tersangka Nando langsung menyerahkan diri ke Mapolres dengan barang bukti pisau badik miliknya,”tambahnya.

“Motif pembunuhan terus kami dalami. Atas perbuatannya tersangka dikenai pasal 340 Sub 338 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau maksimal sehumur hidup,”tutup Kabag Ops.

(joudi)

About The Author

Reply

example banner
.