Polres Minut Bersama Forkopimda Musnahkan Ribuan Botol Miras Cap Tikus

AIRMADIDI, pojoksulut.id — Polres Minahasa Utara (Minut), Selasa (3/3/2020), memusnahkan 1200 botol minuman keras cap tikus atau setara 855 liter. Barang bukti tersebut merupakan hasil razia yang dilakukan di Pelabuhan Munte, Kecamatan Likupang Barat.

Hadir dalam pemusnahan miras tersebut Sekdakab Minut Ir Jemmy H Kuhu MA, Kajari Minut Fanny Widyastuti SH MH, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Airmadidi M Soleh SH MH, dan Ketua MUI Minut H Baidlowi Ibnu Hajar.

Menurut Kapolres Minut Grace Rahakbau SIK MSi, pemusnahan babuk ini sudah lama direncanakan. Tapi baru terlaksana saat ini karena banyak tugas.

“Babuk miras ini harus dimusnahkan jangan sampai ada warga yang beropini kalau nanti Polisi yang menggunakannya,” katanya.

Rahakbau juga mengingatkan agar jajarannya menjauhi miras dan ini juga merupakan imbauan dan arahan Kapolda Sulut.

“Jika ada anggota polisi yang kedapatan mabuk atau sedang mengkomsumsi miras, akan diberi sanksi yang tegas,”terangnya.

“Anggota polisi harus memiliki SDM (Sumber Daya Manusia) yang unggul sehingga tidak boleh miras. Kalau miras, bisa turun pangkat dan dimutasi karena ada enam Polres baru yang siap menunggu,” tambah Rahakbau.

Lanjutnya, masyarakat agar mengurangi konsumsi miras. Sebab, jika kelebihan miras, nantinya bisa berujung pada tindakan kriminal.

“Kami sudah mendata semua penjual miras. Jika ada tindakan kriminal akibat miras, penjual miras yang ada dekat dengan lokasi kriminal akan kami lebih dahulu mintai keterangan,” jelas Rahakbau didampingi Kasat Narkoba Iptu Fandi Ba’u SIK.

Diketahui, jajaran Polres Minut menggagalkan rencana SBK alias Swengly yang akan melakukan pengiriman 1.200 botol minuman keras jenis captikus yang dikemas dalam 50 dos minuman mineral yang ditutupi dengan bahan sembako dan bangunan.

Miras tersebut akan dikirim ke Kabupaten Kepulauan Talaud pada 26 Januari 2020 silam dari pelabuhan Munte Kecamatan Likupang Barat.

Pelaku berhasil ditangkap bersama babuk dari Langowan. Pelaku sudah disidang dan diminta ganti rugi sesuai Perda Miras sebesar Rp500 ribu.

(vhy)

About The Author

Reply