Pembentukan KEK Likupang di Minahasa Utara disetujui Dewan Nasional 

AIRMADIDI,pojoksulut.id—- Setelah mengikuti Sidang Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Jakarta 15 Agustus 2019, yang dihadiri langsung oleh Bupati Minahasa Utara (Minut) Vonnie Anneke Panambunan, S.Th (VAP) didampingi Asisten II Bidang Administrasi Pembangunan Drs. Allan Mingkid serta Kabag Humas dan Protokol Chresto F. Palandi, STTP, MSi akhirnya menuai hasil yang positif dan tentunya ini menjadi kabar yang baik buat masyarakat Minut, khususnya warga Likupang.

Hal ini diungkapkan Asisten II Drs. Allan Mingkid kepada pojoksulut.id, Jumat (16/8/2019) pekan lalu.

Menurutnya, pihak kementerian yang termasuk dalam tim dewan nasional KEK sudah menyetujui usulan dari PT Minahasa Permai Resort Development (MPRD), anak perusahaan Sintesa Group.

“Disetujuinya usulan pembentukan KEK Likupang tersebut, karena pihak MPRD telah melengkapi seluruh dokumen persyaratan yang telah diajukan ke sekretariat kabinet untuk di keluarkannya Peraturan Pemerintah,”jelas Mingkid.

Lanjutnya, untuk pembangunan KEK Likupang, telah ada lahan dengan status SHGB seluas 155 hektar dan SHM seluas 42,4 hektar.

Selaku pengusul, tambah Mingkid, perusahaan juga berkomitmen akan menanamkan investasi untuk pembangunan kawasan sebesar Rp2,1 triliun. Kemudian, investasi pelaku usaha ditargetkan sebesar Rp5 triliun.

“Di KEK Likupang akan dikembangkan resort, akomodasi, entertainment dan MICE. Sementara di luar area KEK akan dibangun Wallace Conservation Center dan Yacht Marina. Tenaga kerja yang akan terserap diperkirakan sekitar 65.300 orang. Yang diprioritaskan harus masyarakat Minahasa Utara baru kemudian masyarakat Sulut pada umumnya,”papar Mingkid.

Berdasarkan perhitungan pengusul, KEK Likupang diprediksi meningkatkan serapan wisatawan mancanegara di Sulawesi Utara sebesar 162 ribu orang pada 2025. Jumlah itu sekitar 16 persen dari target yang ditetapkan gubernur Sulawesi Utara, yaitu satu juta wisatawan mancanegara di 2025.

“KEK Likupang diperkirakan akan memberikan kontribusi devisa untuk negara  sebesar Rp 22,5 triliun di tahun 2030,”katanya.

Untuk mempercepat pembangunan KEK Likupang, sebut Mingkid, direncanakan akan dikembangkan dalam tiga tahap.

Tahap pertama, akan dibangun seluas 92,89 hektar pada kurun waktu tiga tahun, yaitu 2020 hingga 2023. Target investasi pada tiga tahun pertama sebesar Rp 750 miliar dari beberapa pelaku usaha

“Semua ini tak lepas dari dukungan Pemkab Minahasa Utara khususnya Bupati Minut Panambunan dan Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang sangat antunsias memajukan destinasi pariwisata Pulisan-Likupang,”tutup Mingkid.

(vhy)

About The Author

Reply