Lawan Mafia Tambang, JS Apresiasi Kinerja Kepolisian dengan Cukur Rambut

RATAHAN,pojoksulut.id — Komitmen kuat dari Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap (JS) melawan praktek pertambangan ilegal di Kecamatan Ratatotok benar-benar dibuktikan.

Setelah adanya pemasangan police line dibeberapa lokasi pertambangan alason dan sekitarnya oleh Polres Minahasa Tenggara.

Sebagaimana pada hari Senin (09/03) lalu, dalam acara Gerakan Cinta Bumi yang ditandai dengan penanaman pohon dilokasi pertambangan alason,

Bupati James Sumendap dalam laporannya dihadapan Gubernur Olly Dondokambey dan unsur Forkompimda Provinsi Sulut dan Kabupaten Mitra mengatakan bahwa, apresiasi yang tinggi disampaikan kepada Bapak Kapolda Sulut dan Bapak Kapolres Mitra atas sikap tegas yang ditunjukan oleh pimpinan kepolisian tersebut.

Lanjut dikatakan JS, panggilan akrab sang Bupati Mitra bahwa Kapolres Mitra telah diperintahkan oleh Kapolda Sulut untuk segera memasang tanda police line dilokasi pertambangan diwilayah Ratatotok.

“Saya sudah dapat laporan bahwa Kapolres Mitra telah diperintahkan oleh Pak Kapolda untuk memasang police line dilokasi pertambangan tanpa izin yang ada diwilayah Ratatotok. Tuhan kiranya memberkati kepolisian,” katanya.

Lanjut dikatakan Bupati Mitra dua periode ini bahwa dirinya akan terus berjuang untuk melawan mafia tambang yang ada. Karena itu sebagai Bupati dan Ketua DPC PDI Perjuangan Minahasa Tenggara.

“Saya akan terus menggelorakan Gerakan Cinta Bumi yang dicetus oleh Presiden RI ke-5 Ibu Megawati Soekarno Puteri di Kabupaten Minahasa Tenggara. Karena sebagaimana yang saya katakan lalu bahwa saya akan cukur rambut sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan saya atas kinerja pihak kepolisian yang tegas melawan dan memberantas peaktek pertambangan ilegal,”tegasnya

“Hari ini kita mo cukur rambut sebagai bentuk apresiasi dan dukungan saya kepada pihak kepolisian melawan praktek penambang ilegal atau pertambangan tanpa izin (PETI), yang tumbuh subur di wilayah Ratatotok,”tambah Bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Minahasa Tenggara.

(fred)

About The Author

Reply