example banner
.

KPU Minut Tindaklanjuti Temuan Bawaslu Terkait Data Pencoklitan

AIRMADIDI,pojoksulut.id — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minahasa Utara (Minut), menindaklanjuti data pencoklitan Bawaslu Minut 15 Juli – 15 Agustus 2020.

Diketahui, dalam data pencoklitan tersebut KPU Minut menemukan 18 pemilih pemula yang tidak terdaftar dalam formulir model A-KWK. Kemudian, terdapat 4 pemilih yang berusia kurang dari 17 tahun yang sudah menikah namun tidak terdaftar di formulir A-KWK.

Selanjutnya, ada 4 pemilih sebagai pemilih daftar pemilih khusus atau DPK pada Pemilu 2019, namun tidak ada di formulir A-KWK, dan ada pemilih dalam satu keluarga yang berbeda TPS.

Hal tersebut dikatakan Komisioner KPU Minut Dikson Lahope, usai menggelar rapat bersama Bawaslu Minut, Senin (24/8/2020).

Menurutnya, KPU Minut terus melakukan koordinasi untuk mengklarifikasi hasil temuan itu dengan menyurat ke Bawaslu tanggal 11 Agustus, dan sudah ditanggapi tanggal 13 Agustus 2020 lalu.

“Ternyata Bawaslu Minut menemukan dugaan temuan itu bukan cuma 18 malah ada 43 untuk pemilih pemula yang tidak ada terdaftar dalam AKWK dan 13 by name by addrees untuk pemilih usia kurang 17 tahun yang sudah menikah tapi tidak terdaftar di AKWK,”ungkap Lahope.

“Kami mengucapkan terima kasih untuk Bawaslu Minut dan kita akan melakukan perbaikan guna suksesnya Pilkada tahun ini,”tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pengawasan, Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Minut, Rahman Ismail mengatakan data atau temuan ini sudah disampaikan ke Bawaslu RI.

“Temuan ini adalah hasil temuan yang diisi oleh teman teman Panwas desa, jadi kita menggunakan pola kerja berlapis jadi selain langsung dari bawah kami juga membackup di tingkat kabupaten terkait problemmatika pencoklitan,”tegasnya.

Lanjut Ismail, pihaknya bersama KPU Minut melakukan kroscek kembali terkait nama nama yang terdaftar maupun tidak ada di formulir A-KWK.

“Mengapa angka itu berubah dari 14 menjadi 43 karena data di Google Drive yang di kirim Bawaslu RI tidak menjangkau seluruh desa di Minut, terutama wilayah yang akses internetnya lambat,”terangnya.

“Makanya kami kroscek langsung rumah ke rumah. Dan kita akan rampungkan kembali masih ada waktu 6 hari sebelum tanggal pleno tingkat desa tanggal 30 Agustus,”tambah Ismail.

(vhy)

About The Author

Reply

example banner
.