example banner
.

Kemendikbud Apresiasi Peran Perguruan Tinggi Saat Covid-19

JAKARTA , pojoksulut.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengapresiasi peran Perguruan Tinggi (PT) yang telah bersama-sama membantu pemerintah dan masyarakat melakukan pembelajaran dari rumah, bekerja dari rumah serta melakukan pembatasan sosial untuk memutus mata rantai penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19).

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) mengimbau agar PT dengan otonomi yang dimilikinya dapat memberikan fleksibilitas dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh di masa darurat Covid-19.

Pemerintah akan memberikan otoritas yang luas kepada pimpinan PT agar dapat mengambil langkah-langkah yang paling tepat dan paling baik yang disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing.

Demikian disampaikan pelaksana tugas (Plt) Dirjen Pendidikan Tinggi, Nizam,  di Jakarta dalam pertemuan virtual yang dikoordinasikan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumatera Utara, Kamis (02/04).

Nizam berpesan agar PT dapat memanfaatkan sistem-sistem pembelajaran jarak jauh yang sudah tersedia dan menghindari kegiatan tatap muka secara langsung. Pada kesempatan itu Nizam menyampaikan maksud Surat Edaran Nomor 302/E.E2/KR/2020 tentang Masa Belajar Penyelenggaraan Program Pendidikan.

“Bagi mahasiswa yang pada akhir semester (genap) ini terancam drop out, diberikan kebijakan perpanjangan masa studi satu semester. Seperti mahasiswa S-1 angkatan 2013/2014 yang berakhir masa studinya di semester ini,” katanya.

Lebih jauh dijelaskan, PT dapat memudahkan atau tidak mempersulit pembelajaran selama darurat Covid-19. Contohnya, karya tulis akhir tidak harus berupa pengumpulan data primer di lapangan atau laboratorium.

Sebaliknya dia mempersilahkan PT bila perlu mengatur kembali jadwal dan metode ujian dengan memerhatikan situasi dan kondisi di kampus. Beragam metode tidak konvensional bisa dijadikan pilihan, seperti dalam bentuk penugasan, esai, kajian pustaka, analisa data, proyek mandiri, dan lain-lain.

“Yang penting didasarkan pada learning outcome atau capaian pembelajaran yang diharapkan. Jadwal praktik bisa digeser, akhir semester bisa digeser, kalender akademik bisa disesuaikan. Yang tidak boleh dikompromikan adalah kualitas pembelajarannya,” terang Nizam. (ing)

About The Author

Reply

example banner
.