example banner
.

Kejari Minut Terima Uang Eksekusi Denda Perkara dari Terpidana Kasus Pemecah Ombak

AIRMADIDI,pojoksulut.id — Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa Utara (Minut), Fanny Widyasuti SH MH didampingi Kasi Pidsus Supdian SH, menerima uang eksekusi denda perkara sebesar Rp 200 juta dari terpidana kasus pemecah ombak Likupang, Senin 9 November 2020.

Uang denda Rp200 juta itu diserahkan oleh keluarga dari terpidana.

Menurut Kasi Pidsus Supdian SH, uang tersebut akan disetorkan ke rekening kas negara.

Kejari Minut menerima uang tersebut terkait eksekusi denda perkara tindak pidana khusus, putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi Manado Nomor : 9/Pid.Sus-TPK/2018/PT.MND tanggal 16 Agustus 2018 dengan nilai sebesar Rp200 juta.

“Eksekusi denda perkara ini terkait kasus tindak pidana korupsi proyek penanganan darurat pembuatan tanggul penahan/pemecah ombak desa Likupang Dua, Kecamatan Likupang Timur pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Minahasa Utara tahun anggaran 2016 atas nama terpidana dr Rosa Marina Tidajoh, M.Kes,” ungkap Kasi Pidsus didampingi Kasi Intel Kejari Minut, Ekaputra Polimpung SH.

“Terkait eksekusi denda harus dipahami bisa diganti dengan pidana kurungan,” tambah Polimpung.

About The Author

Reply

example banner
.