example banner
.

Hutan Lindung Pramuka Diduga Telah “Dibongkar”

BITUNG,pojoksulut.id —- Perluasan eksplorasi tambang PT Miares Soputan Minning /Toka Tindung Nearels (MSM/TTN) diduga telah melangkahi tapal batas Hutan Lindung Pramuka yang dikelolah oleh Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di Kelurahan Pinasungkulan Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung.

Hal tersebut dikatakan Melky Saburu, salah satu petugas Satuan Polisi Kehutanan (Satpolhut) yang bertugas di hutan lindung tersebut lewat releasenya yang diterima pojoksulut.id, Rabu (12/6/2019).

“Sesuai GPS, waktu kami turun lakukan survei, memang sudah masuk ke area Hutan Lindung Pramuka. Tapi mereka sudah menghentikannya,” ujar Saburu.

Sementara itu, salah satu warga Pinenek Cheris Luntungan membenarkan bahwa  eksplorasi tapal batas Hutan Lindung Hutan Pramuka sudah off-side.

“Ya setahu saya, area itu masih lahan milik negara. Semenjak para leluhur kami, dan itu sudah di lampaui,” beber Luntungan.

Diketahui, Hutan Lindung adalah kawasan hutan yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau kelompok masyarakat tertentu untuk dilindungi, agar fungsi-fungsi ekologisnya, terutama menyangkut tata air dan kesuburan tanah, tetap dapat berjalan dan dinikmati manfaatnya oleh masyarakat di sekitarnya, dan dipertegas dalam Undang-undang RI no 41/1999 tentang Kehutanan menyebutkan menyebutkan “Hutan Lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah.“

(vhy)

About The Author

Reply

example banner
.