example banner
.

Elmonts Coffee & Roastery, Kedai Kopi Masa Kini dan Masa Depan

TOMOHON-pojoksulut.id : Kedai Elmonts Coffee & Roastery sajikan aneka kopi yang buka sejak 12 Juni 2017 yang begitu optimis menciptakan pasar kopi Spesialty di kota Tomohon.

Dengan memperhatikan kualitas kopi yang disajikan,Kedai Elmonts Coffee & Roastery tak hanya diburu pengila Kopi dari Tomohon, namun turis mancanegara juga memburu kopi di kedai yang beralamatkan dikelurahan Kolongan Satu Tomohon.

Almontana Sfefanus Maesa Paat pemilik kedai Elmonts Coffee dan Roastery mengaku membuka kedai khusus bagi para penggila kopi ini, karena banyaknya permintaan dari para pelanggan yang menanyakan hidangan kopi.

“Ada berbagai jenis kopi pilihan yang paling banyak dilirik para penggila kopi, silahkan dicoba, anda akan merasakan nikmatnya cita rasa minuman kopi yang sesungguhnya”, kata Emon sapaan akrabnya.

Emon menjamin kalau cita rasa kopi yang diperolehnya langsung dari petani kopi di sekitaran Tomohon dan Minahasa, sangat nikmat hingga tetes terakhir.

“Saya jamin rasanya enak dan nikmat sangat berbeda dengan minuman kopi yang ada di tempat lain, pokoknya bakal ketagihan deh”, ungkapnya.

Untuk masalah harga, Emon menjamin harga kopi sangat sesuai dengan rasa.

Merintis Usaha bersama istri elizabeth Luise, dan seorang adik Toar Paat sebagai roaster/ tukang sangrai kopi, dengan mengunakan alat roasting yang sudah digital, mampu mempertahankan rasa kopi yang konsisten. Selain itu aneka kopi, kedai Elmonts Coffee juga menyajikan menu makanan seperti Smoothies, lasagna, oreo cheese cake, tiramisu, waffle, spaghetti, crepe, pancake.

“Dengan Green beans yang sudah berkualitas tentunya. Saya sebagai penyeduh, dibantu sang adik sebagai roaster dan istri sebagai pengolah dessert, smoothies dan makanan menjamin apa yang kami sajikan sangat sesuai dengan keinginan pelanggan”,ucap pria berkacamata yang dikenal ramah ini.

Awalnya konsep seperti ini dijelaskannya sangat diragukan oleh beberapa kalangan yang masih awam bahkan mereka pesimis dengan konsep kami. Setahun berjalan, ternyata kami mampu menciptakan pasar sesuai tujuan kami. Dalam setahun, sudah beberapa turis luar negeri dan orang Tomohon sendiri yang sudah mulai mengerti dan menikmati konsep kopi yang kami sajikan.

Pada Tahun 2017, kami bertemu dengan petani kopi Minahasa Koya, dan sangat terkejut karena ternyata kopi Minahasa Koya adalah jenis kopi arabika. Mengetahui hal ini, kami langsung bergegas meninjau kebun kopi arabika Minahasa Koya, yang terletak di daerah Kelurahan Koya, sambil bercerita dengan petani kopi disana, waktu mereka sudah putus asa dengan keberadaan kebun kopi di Koya. Karena, mereka sudah kecewa tak punya cara untuk memasarkan kopi mereka sendiri.

Emonpun menceritakan sempat petani membawa hasil kopi dibeberapa kedai daerah lain. Namun, hanya dihargai 15000/kg biji mentah. Saat itu kami mulai menghargai kopi mereka dengan 40.000/kg, yang belum disortir. Seiring berjalannya waktu kami mulai mengedukasi pasca panen kopi agar kualitasnya semakin bagus dan mendapat harga yang layak.

“Sempat kami mengundang pak Bambang Sriono dari jember, yang merupakan jebolan dari puslit koka untuk mendampingi petani kopi di Koya. Sejak saat itu kami mulai dengan peremajaan/rejuvinasi kembali kebun kopi dsna agar nantinya akan lebih produktif dan berkualitas” Terang Emon.

Hasilnya ditahun 2019 kopi arabika Minahasa Koya sudah mampu memproduksi sekira 500 kg untuk kedai kami. Setelah Minahasa Koya, tahun 2018 kami mulai memikirkan tentang penanaman kopi di kota Tomohon. Saat ini kopi Tomohon sudah mulai kami kembangkan walaupun produksinya masih sedikit.

Selain itu, menurutnya bahwa mengedukasi customer yang datang di kedainya. Mulai dari perbedaan kopi robusta dan arabika. Perbedaan rasa kopi robusta dan arabika. Bahkan hingga tahun 2020 saat ini, sudah ada beberapa dari customer kami, setelah mengikuti workshop di kedai, sudah mulai membuka kedai kopi mereka sendiri.

Dalam hal ini, kami tidak mengartikan mereka sebagai pesaing, melainkan kami adalah jaringan. Yang bertujuan untuk mempertahankan kedai kopi sebagai UMKM lokal yang mempunyai kopi lokal Sulawesi Utara baik kopi arabika Minahasa Koya terlebih khusus kopi arabika Tomohon yang sedang kami gerilyakan saat ini.

Sebagai hasil saat ini, jika datang ke kota Tomohon, masyarakat Tomohon ataupun wisatawan dalam negeri maupun luar negeri sudah bisa memilih kedai kopi yang ingin dikunjungi diantaranya, ada Cendrawasih Coffee, goodlife Coffee, Cousin Coffee dan Eatery, roxide Coffee dan Eatery, scoffee (vespa kopi), Oh Coffee Tomohon, dan Tomohon Coffee truck yang akan menjelma menjadi kedai kopi nantinya didaerah Walian ada juga 2 kedai kopi yang sementara membangun di daerah kakaskasen, yang merupakan bagian dari sahabat kami.

Ditambahkan Emon bahwa dirinya optimis dengan melihat maraknya keberadaan kedai2 kopi yang memperhatikan kualitas kopi yang disajikan akan menjadikan kota Tomohon menjadi barometer kopi berkualitas di kota ini nantinya. Dengan melihat posisi kota Tomohon yang sangat strategis sebagai tempat persinggahan bagi para pengunjung dari luar kota Tomohon untuk melanjutkan perjalan.

“Prinsip kami, manusia hidup untuk menghidupkan manusia. Jadi buat teman-teman yang mau sharing tentang kopi atau mau buka usaha kedai kopi bolehlah singgah di kedai kami.
Dalam dunia usaha, setiap kita sudah punya berkat masing-masing yang disediakan Tuhan. Jadi ngga perlu ada persaingan dalam usaha kedai kopi”, Pungkasnya.

(donny)

About The Author

Reply

example banner
.