example banner
.

Diduga Ada Kejanggalan Terkait Anggaran Proyek Rp 3,8 Miliar RSUD MWM, Sandra Rotty : Tunggu Saja di Audit, Saya Siap

Airmadidi,pojoksulut.id– Direktur RSUD Maria Walanda Maramis dr Sandra Rotty, terkesan menutupi informasi terkait perincian anggaran pembangunan ruangan Covid-19. Pasalnya, di saat Konfrensi Pers Jumat 15 Januari 2020, dirinya tidak konsisten menjawab setiap pertanyaan dari insan Pers.

Diduga ada kejanggalan, maka hal ini tentunya menjadi pertanyaan besar bagi publik, ada apa dengan anggaran pembangunan ruangan Covid-19 ini?

Perlu diketahui bersama anggaran Rp 3,8 Milliar yang bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID) tahun 2020 terbagi menjadi tiga, yakni pengadaan Lift Rp 900 juta, proyek fisik Rp 1,1 Milliar, serta sisanya Alat Kesehatan (Alkes) 1,8 Milliar.

Ditanya soal rincian anggaran untuk item Alkes yang bernominal 1,8 Milliar, berupa harga satuan HEPA Filter Direktur RSUD Maria Walanda Maramis dr Sandra Rotty tak mampu menjawabnya.

“Saya rasa kita kembali saja ke pembahasan, bahwa proyek pembangunan tersebut berbandrol 3,8 Milliar dan itu untuk kepentingan masyarakat,” tepis Sandra.

Kemudian ditanyakan juga  apakah HEPA Filter tersebut termasuk dalam Alkes yang berbandrol 1,8 Milliar? Karna setelah di cek ke Pengadaan Barang dan Jasa, dalam Rancangan Anggaran Biaya (RAB) terkait pembangunan tersebut, tidak tertera item pengganggaran untuk Alkes, yang ada hanya HEPA Filter.

“Mau apapun itu, apakah HEPA Filter masuk dalam Alkes atau bukan, itu adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam proyek pembangunan ruangan covid tersebut,” jawabnya.

“Tunggu saja di Audit, toh jika kita salah, saya siap,” tambah Sandra.

Dijelaskan Yunan Muarof selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek pembagunan tersebur, bahwa HEPA Filter bukan termasuk dalam ketegori Alkes.

“Dia ada beberapa spesifikasi HEPA Filter dan banyak jenisnya tergantung dipakai di ruangan apa. Dan yang kami butuhkan adalah HEPA Filter yang mengandung tekanan negatif untuk menyaring udaranya,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Minut, Dian Subdiana SH mengaku siap menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan terhadap proyek miliaran yang ada di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

“Dalam waktu dekat ini nanti akan ada tim yang turun untuk memeriksa proyek tersebut, baik dari segi pembelanjaan dan sebagainya,”pungkasnya.

There are a whole lot https://www.affordable-papers.net/ of writers out there on the market.

About The Author

Reply

example banner
.