example banner
.

Delapan Poin Deklarasi Damai Disetujui Masyarakat Perum Agape Griya Tumaluntung

AIRMADIDI, pojoksulut.id —  Polres Minahasa Utara (Minut) bersama Kodim 1310/Bitung gelar Deklarasi Damai antara masyarakat, tokoh agama dan pemerintah Desa Tumaluntung khususnya Perumahan Agape. Sabtu (01/02/2020) di Aula Polres Minut.

Kapolres Minut AKBP Grace Rahakbau SIK MSi yang didampingi Dandim 1310/Bitung-Minut Letkol Inf Kusnandar Hidayat mengatakan, siap mengawal upaya pengurusan izin dari BPU Al Hidayah menjadi Masjid Al Hidayah, apalagi sudah ada dukungan dari Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE dan Bupati Minut Dr (HC) Vonnie Anneke Panambunan STh.

“Bupati sudah setuju ada masjid disitu (Agape). Sekarang tinggal jamaah yang memenuhi semua syaratnya. Saya dan Kapolres jadi jaminan. Kita kawal sampai terbit izin,” jelas Kusnandar.

Kapolres Rahakbau menambahkan bahwa, perizinan rumah ibadah tidak boleh dipersulit. Karena yang utama adalah keamanan dan keutuhan kita.

Mengakhiri Deklarasi Damai seluruh anggota yang hadir menyanyikan lagu ” Persaudaraan Yang Rukun”

Dengan kesepakatan seluruh pihak  untuk menyelesaikan masalah secara musyawarah. Serta akan menjalani kehidupan seperti sebelumnya yaitu rukun, damai dan saling mengasihi antar sesama. Tanpa terpengaruh lagi dengan isu-isu dari orang yang tidak bertanggung jawab.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekdakab Minut Ir Jemmy H Kuhu MA, Asisten I dr Jane Symons MKes, Kaban Kesbangpol Forsman Dandel SSos, Kabag Pemerintahan Daniel Komenaung SE, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Airmadidi Mohammad Soleh, Kajari Minut Fanny Widyastuti, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Minut H Baidlowi Ibnu Hajar, Imam sekaligus Ketua Panitia Pembangunan Daniel Pangemanan, Anggota DPRD Minut Azhar, Staf Khusus Gubernur Sulut Husein Tuahuns, Ketua LSM Badai Minut Toar Walukouw, Ketua Masyarakat Adat Tumaluntung, Sekretaris Desa Tumaluntung, tokoh masyarakat Piet Luntungan, perwakilan Kantor Kemenag Minut dan sejumlah masyarakat.

Berikut ini 8 Poin Deklarasi Damai:

1. Kami masyarakat Minahasa Utara khususnya warga masyarakat Desa Tumaluntung di dalamnya masyarakat Perum Agape merupakan bagian dari NKRI dan menolak tindakan radikal, intoleran, dan melawan segala bentuk penyebaran hoax, fitna dan ujaran kebencian.

2. Kami masyarakat Minahasa Utara khususnya warga masyarakat Desa Tumaluntung di dalamnya masyarakat Perum Agape saling mengembangkan sikap toleransi, tenggang rasa dan daling menghormati

3. Kami masyarakat Minahasa Utara khususnya warga masyarakat Desa Tumaluntung di dalamnya masyarakat Perum Agape selalu berjuang untuk tegaknya hukum dalam mewujudkan kesejahteraan, keadilan dan kerukunan hidup demi mencapai kebahagiaan bersama.

4. Kami masyarakat Minahasa Utara khususnya warga masyarakat Desa Tumaluntung di dalamnya masyarakat Perum Agape mengedepankan rasa aman dan nyaman serta mewujudkan semboyan torang samua basudara.

5. Proses perizinan pendirian tempat ibadah agar dilakukan secara resmi dan berjenjang sesuai aturan yang berlaku dan harus mendapat rekomendasi dari semua instansi yang berwenang serta mendapat pengawalan sampai tuntas.

6. Perbaikan balai pertemuan umat muslim di Perum Agape sudah dilakukan dan tidak dilakukan penambahan pembangunan sampai ada izin.

7. Sambil menunggu surat izin dikeluarkan maka untuk sementara umat muslim Perum Agape boleh mendirikan shalat, hanya untuk umat muslim Perum Agape dan untuk sementara tidak menggunakan pengeras suara.

8. Seluruh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Kabupaten Minahasa Utara mendukung keputusan deklarasi damai.

(vhy)

About The Author

Reply

example banner
.