Bupati Tetty Paruntu: KDRT Harus Dihentikan

AMURANG,pojoksulut.id — Pemkab Minahasa Selatan (Minsel) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana, menggelar sosialisasi Gerakan Sayangi Lansia (GSL) dan Gerakan Bersama Stop Kekerasan Dalam Rumah Tangga (GEBER KDRT) di aula Waleta kantor bupati, Jumat (5/7/2019).

Bupati Minsel DR.Christiany Eugenia Paruntu SE yang membuka kegiatan ini menekankan bahwa, pencanangan GEBER Stop KDRT bukan cuma menjadi sekedar forum untuk membahas kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga, tapi juga harus menjadi perwujudan sikap melawan KDRT.

“Segala bentuk KDRT harus dihentikan. Kasus KDRT yang dulu dianggap persoalan pribadi, kini menjadi urusan publik yang nyata,”tegas Bupati Tetty Paruntu, sapaan akrabnya.

Ia menjelaskan, anak harus terbebas dari tindakan KDRT, sebab itu bisa mengganggu pertumbuhan mental anak.

“Anak-anak yang tumbuh dan berkembang dalam keluarga yang mengalami KDRT akan cenderung meniru ketika mereka dewasa dan berumah tangga,”kata Bupati Minsel dua periode ini.

Sementara itu, Deputi Perlindungan Hak Perempuan Prof dr Vanetia Danes, MSc PhD menerangkan kasus KDRT setiap tahunnya mengalami peningkatan.

Berdasarkan CATAHU Komnas Perempuan yang di launching tanggal 6 Maret 2019, tambah Vanetua, menyebutkan bahwa jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan tahun 2018 lalu sebesar 406.178.

Jumlah ini, sebut Vanetua, meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 348.466.

“Berdasarkan data tersebut, jenis kekerasan terhadap perempuan yang paling menonjol adalah KDRT/RP (ranah personal) yangmencapai angka 71% (9.637),”terang Vaneta.

“Korban KDRT biasanya enggan melaporkan kekerasan yang dialami karena malu, merasa tabu dan lain-lain. Padahal, KDRT telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga,”tambahnya.

Hadir dalam sosialisasi ini Kepala Dinas P3A-KB Kabupaten Minsel Meity Tumbuan dan sejumlah pejabat Pemkab Minsel bersama para Lansia.

(hard)

About The Author

Reply