example banner
.

Bawaslu Minsel Gandeng Insan Pers Dalam Pengawasan Pilkada 2020

AMURANG, Pojoksulut.id – Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU).Kabupaten Minahasa Selatan menggandeng insan pers untuk melakukan pengawasan partisipatif di Pemillihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020.

Kegiatan yang berjudul Peran media dalam pengawasan partisipatif peda pemilihan gubernur dan wakil gubernur serta Bupati dan wakil Bupati tahun 2020 di kabupaten Minahasa Selatan dilaksanakan di Hotel Sutanraja Amurang pada Jumat 20-21 November 2020.

Di hari pertama menghadirkan nara sumber antara lain Ketua Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Sulut Joseph E. Ikanubun dan Sekjen Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Pusat Sahat Marti Philip Sinurat.

Komisioner Bawaslu Franny Sengkey mengatakan untuk meningkatkan kualitas dan fungsi pengawasan Pilkada Bawaslu harus bersinergi dengan Pers.

“Pentingnya peran jurnalis dalam pilkada karena punya tujuan inti sebagai edukasi dan perimbangan.” ucap Franny Sengkey.

Untuk itu sesuai perannya kata Sengkey, media massa dapat terlibat dalam pengawasan partisipatif. Pers secara independen dapat mengawasi penyelenggaraan Pemilu.

“Ini bagian dari upaya kita bersama untuk mengawal penyelenggaraan Pemilu demi terciptanya Pemilu yang berintegritas dan demokratis.” katanya

Sementara Ketua AJI Sulut Joseph E. Ikanubun mengatakan pentingnya peran jurnalis dalam pilkada karena punya tujuan inti sebagai edukasi dan perimbangan.

“Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik, untuk itu pers harus independen.” Jelasnya.

Peran penting media massa dalam menggiring opini sangat kuat untuk mengambil suatu keputusan.

“Yang perlu dihindari yakni berita yang tidak akurat, tidak berimbang, apalagi hoax”, ujar wartawan senior tersebut.

Dia berharap, insan pers dapat bersinergi dengan Bawaslu yang dapat mengambil peran sebagai media informasi public terkait penyelenggaraan Pemilu yang akurat dan berimbang.

Sedangkan Sekjen GAMKI Pusat Sahat Sinurat mengatakan untuk mewujudkan pilkada yang dicita-citakan membutuhkan kerja sama dari semua stakeholder bukan hanya Bawaslu sendiri.

“Pemerintah daerah, Media, Milenial dan Organisasi kepemudaan harus bersama-sama dengan Bawaslu dan KPU supaya kita bisa mewujudkan pilkada cita-citakan.” Ujarnya.

Dia mengingatkan pentinya peran media dan Organisasi Kepemudaan serta mayarakat adat untuk mengedukasi pemilih sehingga dapat memahami tentang proses pelaksanaan pilkada termasuk pelanggaran dan aturan-aturan dalam pilkada masa pandemi ini sesuai protokol kesehatan.

“Apalagi media merupakan salah satu pilar demokrasi kita, peran media dapat memberikan edukasi secara terus menerus hingga hari pemilihan masyarakat dicerdaskan, mereka benar melakukan hak pilih tanpa politik uang juga tidak kuatir datang ke TPS tanpa ragu ada penyebaran Covid.” pungkasnya.

(Ipit)

About The Author

Reply

example banner
.