example banner
.

Angka Stunting Tahun 2018 di Kota Tomohon Sebanyak 19,22 Persen

TOMOHON-pojoksulut.id : Angka anak kerdil (stunting) atau kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun akibat kekurangan gizi kronis selama 2018 mengalami penurunan dibandingkan data tahun 2013 sebesar 27,2 %.

Dari data yang dihimpun, pada tahun 2018 tercatat angka stunting di kota Tomohon sebesar 19,22% berdasarkan data Riskesdas 2018, sedangkan target nasional yakni kurang dari angka 20%.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tomohon , dr Deesje Liuw MBiomed, melalui Benny Purba, Kasie Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat, mengatakan jumlah anak di Kota Tomohon dalam kondisi kerdil di tahun 2018 berada di posisi angka 19,22% .

“Penyebabnya karena kekurangan gizi kronis, kemudian disertai penyakit lainnya. Pada saat masih bayi baru lahir bila ukuran 46 centimeter sudah termasuk dalam kategori batas minimum , kita harus curiga, dan segera didampingi agar tidak menjadi kerdil,” kata Purba (27/2 ) saat ditemui diruang kerjanya.

Purba mengatakan untuk mencegah anak kerdil dimulai di masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) lewat Pemantauan pada ibu hamil dan anak karena masa tersebut merupakan masa kritis. Dimana untuk anak balita membutuhkan gizi dan perilaku hidup sehat lingkungan sekitar.

Purba menambahkan bahwa langkah penanganan yang diambil pada ibu hamil yaitu lewat pemeriksaan diposyandu dan puskesmas dan pusat kesehatan lainnya.

“Untuk mendektesi jumlah ibu hamil di Tomohon, selain melakukan pemantauan langsung, kami juga menerima laporan kunjungan ibu hamil dipuskesmas maupun posyandu”,Terang Purba.

Ibu hamil yg dikatakan kekurangan gizi, dijelaskan Purba yakni apabila pada saat pemeriksaan lingkaran lengan atas ukurannya lebih rendah di angka 23,5 centimeter.

(donny)

 

 

 

About The Author

Reply

example banner
.