example banner
.

Aksi Balap Liar ABG Disergap Polisi

AIRMADIDI,pojoksulut.id– Anggota Sabhara Polres Minahasa Utara (Minut) sergap tiga sepeda motor matic yang dikendarai Anak Baru Gede (ABG) saat melakukan aksi ugal-ugalan di sepanjang jalan Soekarno dan SBY. Kamis 25 Maret 2021.

Terpantau media, beberapa anak remaja ini saling adu jago balapan liar tanpa memakai helm. Saat mereka memarkir sepeda motor dan asyik ngerumpi seketika itu juga Polisi datang menyergap sekaligus mengambil kunci dari 3 motor tersebut kemudian digiring ke parkiran Alfamart Zeropoin Sukur.

“Motor kalian kami tahan, karena melakukan balapan liar dijalanan. Selain membahayakan diri sendiri, perbuatan kalian juga mengancam keselamatan orang lain,” tegas Komandan Regu Bripka Fernando Sundah.

Tak berkutik, para ABG ini langsung mengikuti perintah petugas saat diminta untuk menunjukkan surat-surat kendaraan yang ternyata tidak lengkap. Petugas pun memberi pembinaan dan sanksi berupa push up serta membacakan Pancasila.

“Sekarang memang sedang ada operasi knalpot racing, jadi kami harus bertindak tegas, dengan sanksi tertentu, seperti mematahkan knalpot racing agar nanti diganti yang SNI,” jelas Bripka Nando.

Setelah diperiksa, para remaja ini disuruh kembali ke rumah masing-masing untuk memanggil orang tuanya menghadap petugas.

” Himbauan kepada orang tua, pantau perkembangan anak, jangan sampai berurusan dengan hukum, hanya karena melanggar aturan lalu lintas. Apalagi anak-anak ini belum memiliki SIM,” tukas Bripka Nando.

Salah satu warga yang kebetulan berada di warung kopi dekat lokasi kejadian mengungkapkan, hampir setiap malam jalanan ini selalu ribut dengan suara bising knalpot sepeda motor dari anak anak remaja yang melakukan balapan liar.

” Setiap malam warga dibuat resah dengan aksi mereka. Semoga dengan kejadian ini, akan ada efek jera dari anak-anak ini. Sebagai orang tua juga harus lebih meningkatkan  pengawasan terhadap anak.” Ungkap warga tersebut.

Diketahui, ketiga remaja ini berasal dari Desa Matungkas berinisial SO, FK, dan RP. Selanjutnya mereka diizinkan pulang bersama orangtua masing-masing, dengan perjanjian tidak akan mengulangi perbuatan seperti itu lagi.

About The Author

Reply

example banner
.