example banner
.

Agro Wisata Buah Desa Batu Tunjang KEK Pariwisata Likupang

AIRMADIDI, pojoksulut.id — Pemerintah Desa (Pemdes) Batu bekerjasama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) adakan kegiatan dan sosialisasi Penanaman serentak dalam rangka Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS) Provinsi Sulut tahun 2019, Selasa (17/12/2019) di Kompleks tugu durian Desa Batu Kecamatan Likupang Selatan (LikSel).

Hadir mewakili Gubernur Sulut adalah Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Roy Tumiwa, Sekretaris Dinhut Provinsi Rainer Nicko Dondokambey S.Hut, mewakili Bupati Minahasa Utara (Minut) yaitu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dra Theodora Luntungan, Kapolres Minut AKBP Grace Rahakbauw SIK MSi, Pabung Mayor R.Pusung, Camat Liksel Adrian Walansendow SPd, Hukum Tua Desa Batu Kiki Masengi, Kumtua Desa Werot Fanly Walandouw dan para undangan lainnya.

Kadis Kehutanan Provinsi melalui Sekretaris dinas Rainer Nicko Dondokambey S.Hut mengatakan Kegiatan ini adalah fasilitasi Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS) Tondano dari Kementerian Kehutanan yang dimulai dari Desa Batu.

“Sebenarnya ada empat Desa, tapi dalam rapat di tetapkan 2 Desa saja yaitu Deda Batu dan Desa Werot. Ini salah satu upaya untuk mendukung KEK  Pariwisata Likupang.  Jadi Kementerian Provinsi melalui GNPDAS menyiapkan bibit buah, bibit tanaman kayu untuk ditanam di wilayah KEK Pariwisata ini,” jelas Reiner Dondokambey

Lanjutnya, Karena KEK Pariwisata ini masuk destinasi super prioritas wisata nasional. Untuk itu Kementerian Kehutanan melakukan Reboisasi atau penghijauan kembali untuk memulihkan dan meningkatkan lagi Daerah Aliran Sungai (DAS)  sebagai daya dukung KEK Pariwisata Likupang. Agar nantinya ke depan tidak ada kendala  pada sumber mata air. Terlebih untuk mengatasi musibah banjir.

Acara ini bukan hanya ceremonial tapi ada juga pembuatan kebun bibit desa yg di fasilitasi oleh GNPDAS Tondano melalui Kemenhut. Dan kegiatan ini dipelopori oleh Mantan Kumtua Desa Batu Jerry Sampelan. Kenapa memilih desa batu? Karena desa batu adalah agro wisata buah.

Kemenhut juga menyiapkan bibit produktif seperti mangga, durian, rambutan, alvokad, sirsak dan masih banyak bibit yang lainnya ditambah lagi keaneka ragaman buah buahan di sini. Agar Desa Batu lebih terkenal lagi. Nantinya kalau sudah jadi KEK Pariwisata Likupang, para wisatawan bisa langsung berkunjung ke agro wisata buah yang ada di Desa Batu.

Selanjutnya dilaksanakan penandatanganan MoU antara Kementerian Kehutanan Provinsi Sulut dan PemDes Batu. Serta pemberian penghargaan kepada mantan Kumtua Desa Batu Jerry Sampelan sebagai Ketua Tim Koordinator Penanaman Bibit Buah Se Likupang Raya.

Terpisah, Jerry Sampelan sebagai penggagas kegiatan ini serta pelopor dari terbentuknya agro wisata buah yang sekarang sudah menjadi agenda tahunan yaitu Festival Buah Desa Batu mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minut atas kepercayaannya memilih Desa Batu sebagai tempat pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan.

“Untuk tiap kelompok bibit desa  yaitu di Desa Batu dan Desa Werot diberikan bantuan 100 juta dari Kemenhut. Ini untuk persiapan menopang KEK Pariwisata Likupang yang masuk 5 destinasi super prioritas nasional. Desa Batu dan Werot  siap menunjang pembangunan KEK Pariwisata  Likupang,” tandas Sampelan.

(vhy)

About The Author

Reply

example banner
.